Rindu Belum Tunai

​Ada kalanya rindu menjadi tanggungan masing-masing tiap orang.
Tanggungan yang kadang merepotkan.

Repot karena tanggungan semacam ini kadang tidak bisa segera ditunaikan.
Terlebih rindu pada tempat yang sekarang tidak dipijak, pada masa lampau yang tidak dapat diputar ulang.

Maka pada rindu yang serupa itu, apalah yang dapat kau lakukan kecuali pasrah merasakan matamu menghangat dan tenggorokanmu tercekat. Perpaduan rasa yang seringnya datang bersamaan.

Maka pada rindu yang serupa itu, engkau akan berusaha menyimpannya dulu nun di satu tempat dalam hatimu. Karena memang pada kenyataannya rindu itu tidak bisa dibasuh dengan segera dan tidak dapat ditunaikan dengan sempurna.

Maka kepada siapa lagi aku serahkan rindu yang butuh pertolongan ini, 

Selain kepada Allah Yang Menguasai Masa, Yang Menguasai Segala.

Bukan tempat lahirku, bukan.

Bukan tempat aku bertumbuh, bukan.

Hanya tempat dimana kisah bermula…
Tapi rindu memang istimewa bukan?

Ia datang tak perlu banyak alasan…
Rindu aku pada satu Nagari

Dimana padi masih menari-nari…

Jakarta, 31 Oktober 2016

Foto diambil dari Wikipedia

Advertisements

Leave a comment

Filed under Puisi/Syair

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s